Tuesday, June 29, 2010

THE INCOMING BUYING MISSION IN CONJUNCTION WITH MIHAS FROM 21 – 22 JUNE 2010


IBM MIHAS is an international event that brings together foreign business communities and buyers from worldwide.



Jentayu Emas Trading member


This year marks the 7th year that MATRADE is organising the MIHAS, including the “Buyers Sellers Meet”, which is one of the important elements of the event.



Despite the global economic crisis, this year’s “Buyers Sellers Meet” managed to attract about 400 buyers from 53 countries, and more than 900 Malaysian exporters, representing various sectors in the halal industry including Jentayu Emas Trading promoting halal money, Dinar and Dirham.


The global economic crisis has bought attention to Islamic Finance as an alternative for both Muslim and non- Muslim customers. Though it currently accounts for just 1% of the global market, the Islamic finance industry’s value is growing at around 15% a year, and could reach $ 4 trillion in 5 years, up from $ 500 billion today.

With the theme “The Spreading Influence of Halal”, the event is seen as catalyst for Malaysian companies as well as international buyers to capitalize on business opportunities in the rapid globalised world. Using “ Buyers Sellers Meet” as the platform, both buyers and sellers can have direct interaction which helps to access market potential, widen and strengthen business networking, as well as building up confidence in business relationship.



With Amalia Javacraft Indonesia












With Nafisatao from Senegal































ISLAMIC MINT NUSANTARA – PELOPOR PENCETAKAN DINAR DIRHAM PERTAMA DI NUSANTARA







ISLAMIC MINT NUSANTARA PELOPOR PENCETAKAN DINAR DIRHAM PERTAMA



Seperti di ketahui bersama Pencetakan Dinar-Dirham dan sosialisasinya telah berjalan selama sepuluh tahun yang di mulai oleh tiga muslim dari Nusantara yang mendirikan Islamic Mint Nusantara atau IMN pada tahun 2000, dengan ijin Allah hari ini pada tahun 2008 IMN telah mengerjakan sendiri pencetakan Dinar-Dirham ini di bawah seorang Amir muslim di Nusantara, IMN memulai adalah pelopor Pencetakan Pertama Dinar-Dirham Mandiri berbasis wakaf Di Nusantara, ini adalah peran aktif dalam penyediaan koin dinar-dirham di Nusantara dan dunia yang harus di dukung oleh setiap muslim dan pimpinan jamaah muslim yang telah mengerti pentingnya urusan ini, agar kita semua dapat secara bersama meninggalkan sistem riba yang dilarang dan dibenci oleh Allah dan rasul-Nya dalam al-Quran. Bismillah


Dengan biaya produksi yang efisien dan tentunya dengan kualitas cetak terbaik dari IMN maka di anjurkan masyarakat untuk segera memilikinya, yang bisa didapatkan pada jaringan Kiosk-Wakala dari Master Wakala Nusantara (lihat jaringan Kiosk-Wakala dari Master Wakala Nusantara), Islamic Mint Nusantara berperan aktif mendorong kembalinya model masyarakat muslim berlandaskan al-Quran dan Sunnah dengan penerapannya yang secara bertahap akan mengembalikan kekuatan politik muslimin di Nusantara. Ini adalah bagian penting dari muslim yang harus didukung dan dikerjakan bersama dalam persaudaraan muslim.


KOIN DINAR, DIRHAM DAN DANIQ DARI ISLAMIC MINT NUSANTARA


Islamic Mint Nusantara telah mencetak kembali koin-koin utama muslim antara lain koin pecahan 1 Dinar, 1/2 Dinar, 1 Dirham dan 1 Daniq (1/6 Dirham) berdasarkan kepada rata-rata bobot dan ukuran tradisional dinar-dirham selama masa permerintahan kaum Muslim dari masa Sayyidina Umar ibn al-Khattab ra dan Khalifah Abdul Malik (76H), standar tersebut adalah sebagai berikut:

Untuk standar koin dinar-dirham di wilayah Indonesia (Nusantara) IMN telah membuat berberapa ukuran standar sesuai keperluan, dengan semakin tinggi kadar atau kualitas koin tersebut maka itu mencerminkan kekuatan daulah atau kepemimpinan wilayah yang terkait dengan muamalat. Jadi Dinar (emas) dan Dirham (perak) bukanlah sesuatu yang baru bahkan telah digunakan dari masa sebelum islam dan alhamdulillah kini Dinar-Dirham hadir kembali di Indonesia dengan dilakukannya pencetakan oleh IMN (lihat detail di www.islamhariini.wordpress.com). Koin bimetal dinar emas dan dirham perak telah dikenal di negara manapun baik dulu maupun kini, telah dikenal di seluruh dunia selama berabad-abad, mari kita gunakan kembali dinar-dirham. Kami juga menyarankan muslim untuk menggunakan standar utama tersebut bukan yang lain.


Dinar-Dirham adalah ukuran keadilan dan menjadi bagian penting dari muamalah dalam islam, untuk mentaati Allah dan rasulNya dalam memerangi riba yang telah merusak kehidupan muslim hari ini khususnya dan masyarakat dunia pada umumnya. Ini adalah pernyataan penting untuk kita muslimin di Nusantara dan dunia, yaitu penting kita untuk kembali menggunakan emas dan perak, sebagai harta yang nyata dan ini adalah jalan untuk muslim secepatnya meninggalkan sistem riba (kapitalisme) dalam mentaati Allah dan rasul-Nya.


Emas dan Perak sebagai harta disebut dalam al-Quran dan di contohkan oleh Rasulullah salallahu alihi wasallam dan Sahabat ra. Emas adalah logam mulia dan nilainya tak tergantung pada bangsa maupun ekonomi manapun. Nilainya hakiki dan karenanya handal. Sejak masa Rasulullah hingga hari ini nilainya stabil, seekor kambing seharga kurang lebih 1 Dinar dan seekor ayam seharga kurang lebih 1 Dirham. Nyaris tidak ada kenaikan harga (inflasi) selama lebih dari 1400 tahun dalam dinar-dirham.


Semoga Allah menambahkan kekuatan dan keteguhan hati kepada kita semua untuk dapat segera meninggalkan sistem riba dan jug secara bersama-sama membangunan kembali muamalat Islam dalam persaudaraan sesama muslim. Amin


Dengan telah beredarnya dinar-dirham di Nusantara maka secara bertahap ini akan mengembalikan kekuatan ekonomi dan sistem politik Islam, setiap jamaah-jamaah islam di Nusantara harus secepatnya mentransformasikan dan menyatukan kegiatan dien islam dan kesejahteraan masyarakat, yang didukung oleh keuangan dari kegiatan perniagaan yang tak terpisahkan ini, menyatunya berbagai fasiltas publik dalam sistem wakaf yang sudah ada, seperti kembalinya di jalankannya pasar-pasar terbuka (suq), gudang penyimpanan, paguyuban pekerja ahli, perpustakaan, bengkel, restoran, dapur umum untuk kaum miskin dan para musafir, pertokoan, apotek, hotel, sarana pemotongan hewan, perkebunan, masjid, madrasah, penginapan, klinik, rumah untuk anak yatim, instalasi air, bahkan tanah pemakaman, pabrik roti, taman dan kolam renang, bengkel, toko-toko.


Kelebihan dari kegiatan perdagangan islam ini secara bersamaan dikembalikan lagi dan digunakan untuk membiayai berbagai layanan sosial yang diberikan kepada publik yang terus berkesinambungan. Inilah sistem kesejahteraan muslim yang akan berlangsung hingga akhir zaman, dengan kembalinya dinar-dirham artinya kembalinya di amalkan tiang zakat (mal) sesuai al-quran dan sunnah, kembalinya fungsi wakaf, kembalinya seluruh bangunan islam.


Demikianlah semoga Allah menggerakan hati hanya karena cinta kita kepada Allah dan Rasulullah salallahu alaihi wassalam dalam melakukan dawa dan jihad fisabilillah nyata ini untuk mengembalikan model keuangan Islam yang mandiri dalam perdagangan islam yang berdasarkan model wakaf dan sistem politik yang kuat berdasarkan al-quran dan sunnah sesuai yang dengan contoh ilmu dan amal yang telah berjalan di Madinah al-Munawwarrah. amin Hasbunallah wanimal wakil. Masyaallah la quwatta ila billah.


Monday, June 7, 2010

Sesi Beramah Mesra Bersama YABhg Tun Dr. Mahathir Mohamad


Pada hari Khamis, 27 Mei 2010 yang lalu warga Jentayu Emas Trading telah melakukan kunjungan hormat ke pejabat YABhg Tun Dr Mahathir Mohamad di Aras 86, Menara 1, KLCC untuk sesi beramah mesra dan perbincangan mengenai perkembangan Dinar dan Dirham. Sesi beramah mesra yang dijadualkan bermula pada jam 3.30 petang telah dimulakan lebih kurang 15 minit kemudiannya.





Kami telah dibawa ke bilik mesyuarat yang berhadapan dengan bilik pejabat YABhg Tun. Sesi beramah mesra berlangsung di biik mesyuarat tersebut. Sesi dimulakan dengan saudara Muhamad Nizam bercerita serba sedikit tentang latar belakang Jentayu Emas Trading dari sejarah penubuhan hinggalah kerjasama bersama Islamic Mint Nusantara, Indonesia sebagai Wakala Pusat IMN Malaysia. YABhg Tun telah diperkenalkan dengan produk Dinarfirst. Saudara Mohd Nadzri telah menceritakan pendidikan awal  yang diterima oleh warga Jentayu Emas mengenai Dinar dan Dirham melalui En Abdul Halim Abdul Hamid,seorang pensyarah Universiti Multimedia, Melaka dan praktis ekonomi syariah Malaysia.





Setelah itu, YABhg Tun telah mula bercerita panjang mengenai  idea perlaksanaan Dinar Emas yang pernah dilontarkannya suatu ketika dahulu sewaktu menjadi Perdana Menteri Malaysia. YABhg Tun memnyatakan  bahawa idea asalnya adalah untuk menjadikan Dinar Emas sebagai bayaran 'offset' dalam trade settlement antara dua negara. Yang dicadangkan ketika itu adalah antara Malaysia dan Iran. Tapi sayangnya perkara itu tidak pun berlaku kerana Kerajaan Iran menarik diri.

Penggunaan dinar emas telah mula disuarakan oleh YABhg.Tun pada tahun 2001, idea mengenai sistem pembayaran berteraskan emas - sistem dinar emas. Dinar emas mula menarik perhatian apabila melihat sistem kewangan dunia gagal menangkis serangan spekulator mata wang sehingga menjadikan mata wang banyak negara termasuk Malaysia jatuh secara mendadak.

Jika diimbas kembali, pada Jun 2001, YABhg Tun pernah berucap di Simposium Al – Baraka, KL dan telah mencadangkan penggunaan dinar emas sebagai mata wang perdagangan antarabangsa dan simpanan Nasional. Dinar mestilah dalam bentuk emas dan bukannya kertas.


Pasa awal tahun 2002 pula , dalam satu sesi temubual oleh televisyen Al- Jazeera, YABhg Tun ada menyatakan pandangan beliau terhadap isu dinar dan beliau yakin ia akan menjadi kenyataan.

‘This is not a dream, it can be realised. An Islamic dinar is a gold dinar with its own value. We must use this dinar for overseas trade. When we conduct trade overseas, we should pay with the Islamic Dinar. For those who want to use the dinar as gold, they can do so because gold has its own value unlike paper money”.




YABhg Tun turut menyentuh tentang masalah umat Islam yang berpecah-belah. Sebagai contoh di kalangan negara Islam pengikut fanatik mazhab Syiah bertelagah bersama pengikut mazhab Sunnah dan sebaliknya. Juga di kalangan negara-negara Arab yang terlalu mengagungkan orang Barat. YABhg Tun juga turut menyentuh tentang negara Arab  yang kaya dengan pelbagai  sumber tetapi diserahkan sahaja kepada orang Barat untuk menguruskannya.
Kemudian saudara Sheikh Shahruddin telah  melontarkan pandangan tentang penggunaan Dinar dan Dirham yang perlu dikembalikan semula . Sistem yang ada pada hari ini telah  meletakkan masyarakat dunia terperangkap untuk menjadi hamba dan ditindas. Negara -negara islam akan terus ditekan dan mundur.







Sejarah mencatatkan bahawa antara wang yang paling awal muncul di dunia ini adalah wang emas yang digunakan pada empayar Rom di Eropah, berkurun lama sebelum kedatangan Islam di bumi Arab. Wang emas terus digunakan oleh dunia Islam dan bahagian-bahagian dunia yang lain setelah kedatangan Nabi Muhammad s.a.w. Malah Kerajaan Melayu Melaka pada kurun ke-14 Masehi masih juga menggunakan wang emas.



Namun, penggunaannya berakhir pada 1924 berikut runtuhnya kerajaan Khilafah Islamiah terakhir iaitu Khalifah Uthmaniah yang berpusat di Istanbul, Turki.

Masyarakat pada hari ini  berkerja siang dan malam serta melakukan pelbagai  jenis pekerjaan, tetapi dalam masa yang sama masih berada di dalam keadaan kekurangan. Harta pada hakikatnya dimiliki oleh bank - bank atau institusi kewangan. Hampir semua orang berhutang dengan bank atau institusi kewangan sama ada kad kredit, pinjaman peribadi, pinjaman kenderaan / rumah dan pinjaman pendidikan dan pada bila-bila masa sahaja boleh menjadi papa kedana atau bankrup kerana hutang itu. Malah yang menariknya hutang bank juga boleh diwarisi sehingga ke anak cucu.




Kadar pengangguran dan kegagalan syarikat perniagaan pula semakin meningkat dari hari ke hari. Semua ini angkara sistem kewangan fiat yang menyebabkan ekonomi berkembang secara tidak stabil serta mewujudkan jurang besar antara golongan berada dengan golongan tidak berada.


YABhg Tun telah berkongsi kepada warga Jentayu Emas akan kepentingan menyimpan emas. Beliau sendiri yang telah banyak bercakap mengenainya juga telah memulakan simpanan dalam emas.



 
Satu perkara yang menarik perhatian yang disentuh oleh YABhg Tun ialah tentang Yahudi yang banyak memperkenalkan sistem yang menguasai kita semuapada hari ini  tanpa meletakkan nama Yahudi pada sistem tersebut.

Berbeza dengan umat Islam yang suka meletakkan nama Islam pada setiap sistem yang cuba diperkenalkan. Ini mungkin menjadi masalah untuk menarik golongan bukan Islam kepada sistem yang diperkenalkan.


YABhg Tun pernah mencadangkan penggunaan Asian currency untuk negara-negara Asia dengan menggunakan emas. Ia bukanlah matawang yang digunakan oleh seluruh penduduk Asia melainkan sebagai matawang  perantara antara kerajaan dengan kerajaan dalam menyelesaikan 'trade settlement' antara dua negara.
Diakhir sesi beramah mesra, pihak Jentayu Emas trading telah menyampaikan cenderamata kepada YABhg Tun.

Keberanian dan kejayaan YABhg. Tun dalam mempertahankan ekonomi Malaysia daripada spekulator mata wang dan pengaruh IMF memberikan kami semua semangat, inspirasi tinggi dan kekuatan dalam meneruskan kesinambungan usaha- usaha YABhg. Tun dalam membangunkan sistem perdagangan berteraskan emas untuk negara-negara Islam khususnya di Malaysia. Bagi dunia Islam, inisiatif dalam menggunakan emas untuk penyelesaian perdagangan antarabangsa boleh menjadi paksi dalam menguatkan dan menyatukan dunia Islam.



Saturday, June 5, 2010

Menjunjung Tahniah Sempena Hari Keputeraan S. P.B. Yang Di Pertuan Agong


 
Merafak Sembah Setinggi-Tinggi Tahniah
                                                            
dan Ucap Selamat kepada
Seri Paduka Baginda Yang di-Pertuan Agong Al-Wathiqu Billah Tuanku Mizan Zainal Abidin Ibni Al-Marhum Sultan Mahmud Al-Muktafi Billah Shah
D.K.M., D.K.T., D.K.R., D.M.N., S.U.M.Z., S.S.M.T., S.P.M.T., D.K. (Perlis), D.K. (Johor), D.K.M.B. (Brunei), D.K. (Perak), D.K. (Negeri Sembilan), D.K. (Kedah), D.K. (Kelantan), D.K. (Selangor), S.P.M.J., Commandeur de la Legion d’Honneur (France)

Sempena Hari Ulang Tahun Keputeraan Baginda Yang Ke 47

Semoga Allah Melanjutkan Usia DYMM Tuanku

Daripada

Lembaga Pengarah

Pengurusan Jentayu Emas Trading

serta seluruh Wakala - Wakala IMN Malaysia.